2341
32
41

Saya mau cerita ini Kira2 pertengahan ta Dan di check up lah Jedarrr ! Seperti pe Akhirnya beberapa bu Yang membuat aku ber Akhirnya aku menyera Hari H pun tiba.. E Dan apa yang terjadi Dan aku melihat baga Selesai sudah bebera Akhirnya selesai sud Tiba2 ada pesan masu Disitulah emosiku ru Teringat nasihat alm Seruputtt.. Selamat "Loh, bang.. mana ho "Lah, gak boleh mero *Gigitwajan*

TRUE STORY

32 Komentar

Rilis pada, 9 bulan yang lalu


Gratis

2 Chapter


Cerita horor yang menakutkan


Saya mau cerita ini untuk berbagi pengalaman aja..

Kira2 pertengahan tahun 2017 lalu, saya dipanggil seorang teman untuk check up di RS nya. "Mampir sini, gua check. Kayaknya elu kurang sehat.." Ah, sebenarnya paling malas ke dokter karena pasti bilang, "kamu harus berhenti merokok bla bla..". Tapi entah kenapa kakiku melangkah juga menghampiri dia.

Dan di check up lah aku pake lari2 di treadmill dan MRI segala macam. "Oke, fixed. Kamu kena jantung koroner.." Katanya.

baboo

Jedarrr ! Seperti petir menyambar di ketek dan bulunya langsung hangus terbakar mendengar kabar itu. Jantung koroner adalah penyempitan di pembuluh darah menuju jantung, sering dinamakan Silent Killer atau pembunuh nomer satu di dunia. Almarhum Adjie Massaid, pelawak Basuki, Benyamin S dikabarkan mengalami hal yang sama tapi mereka tidak sadar. Pas mereka melakukan kegiatan olahraga yang berat seperti futsal, mereka langsung lewat. "Harus operasi.." Kata temanku. Ah gak mau, kataku. Aku tidak ingin ketergantungan obat dan kucari alternatif saja utk penyembuhan.

baboo

Akhirnya beberapa bulan kucoba pengobatan alternatif. Entah bagaimana caranya, beberapa teman mendengar kalau aku terkena jantung koroner. Kabar itu menyebar dari mulut ke mulut. Bahkan para dokter juga mendengar. Akhirnya aku diperiksa untuk check up tapi tetap bersikeras tidak mau. Kukirim saja hasil check up temanku dulu ke mereka, dan keputusannya harus operasi.

Yang membuat aku berubah pikiran adalah almarhum Sys Ns yang meninggal mendadak. "Ah, bagaimana kalau aku nanti seperti beliau ?" Perang batinku. "Bagaimana nanti aku harus menghadap Tuhan dengan pertanyaan kenapa kamu menyia2kan hidupmu sedangkan banyak orang yang berusaha membantumu '?"

Akhirnya aku menyerah. Aku bilang, "Saya siap operasi..". Jujur, seumur hidup saya belum pernah nginap di RS. Alhamdulillah, sakit selama ini gak pernah berat, cukup minum decolgen aja trus tidur besoknya sudah sembuh. Kecuali bisulan di pantat yang sempat gak bisa duduk 2 hari waktu SD. Memalukan, seganteng ini bisulan, pantas dulu SD gada yang naksir. Eh, SMP ma SMA juga ding..

Hari H pun tiba.. Entah bagaimana, teman2 berjibaku mengurus semua dokumen di RS untuk operasiku. Aku tahu operasi pasang ring itu biayanya ratusan juta. Tapi ternyata banyak Malaikat di sekitarku. Seorang dokter terhormat menyediakan tempat untukku di RS. Seorang Profesor ahli jantung terkenal di banyak negara menyediakan diri untuk mengoperasiku tanpa mau dibayar sesenpun. "Supaya bang Denny bisa ngopi lagi.." katanya. Dan beberapa teman yang terus mendesak dan mengantarku sampai RS menguatkan diriku yang stres beberapa hari memasuki dunia baru. Aku lebih sungkan menolak kebaikan mereka ternyata daripada memikirkan kesehatan diriku.

Dan apa yang terjadi ? "Kamu sudah parah ternyata. Kalau tidak operasi sekarang, satu waktu dapat serangan dan kamu hanya punya waktu 90 menit utk dapat pertolongan. Bayangkan, kamu tidak punya waktu 90 menit utk dibawa ke RS.." Aku harus dipasang 3 ring sekaligus karena ada penyempitan di pembuluhku. Dahsyat gumasyat.. Akhirnya di operasilah aku dengan tanpa di bius total. "Tuhan.." doaku. "Terimakasih engkau menyediakan Malaikat2 yang tidak bertanya agamaku apa saat menolongku.."

Dan aku melihat bagaimana proses mereka memasukkan sesuatu yang kecil melewati pembuluh darahku. Mau pingsan, tapi kok malu. Entar dibilang, "Gagah doang di medsos, tapi tampil di ILC keok.." Eh, bukan gitu ding.. Mereka bukan kampret.

Selesai sudah beberapa jam yang menyiksa. Dan aku harus menghadapi para perawat yang sibuk ingin berfoto bersama sambil membetulkan baju operasiku yang di dalamnya tanpa selembar benangpun sehingga ada yang gondal gandul mengikuti gerak tubuh. Besar dan gagah - tolong para lelaki jangan ada yang syirik ya.. Dan seperti biasa nasehat bertebaran, "Mulai sekarang berhenti merokok dan bla bla bla..". "Iya, dok.." Jawabanku standar dan otomatis seperti jawaban sekian tahun lalu.

Akhirnya selesai sudah dengan pesan nama RS jangan disebut karena takut di boikot 7 juta umat yang keranjingan 72 bik narti. Okelah, saya pun bisa tenang tanpa ada kunjungan siapapun kecuali beberapa orang yang entah darimana mereka tahu aku disitu.

Tiba2 ada pesan masuk, "Pak Denny semua sudah di cover pembayaran kecuali selisih sekian juta tapi sudah ditangani oleh seseorang yang tidak mau disebut namanya.."

Disitulah emosiku runtuh seketika. Aku sejak dulu percaya, bahwa sesuatu yang baik yang kita lakukan, pasti akan mengundang orang2 baik datang. Seperti Karma dan aku mengalami sendiri keajaiban itu. Nama2 mereka tidak perlu diketahui, tapi pasti harum di langit karena ketulusan mereka melakukan sesuatu. Dan malam ini aku kembali merenungi perjalanan hidupku sampai pada tahapan ini. Sendirian..

Teringat nasihat almarhum ayah ketika ia masih ada, "Nak, jangan pernah berhitung untuk apapun yang kau berikan kepada orang lain. Karena balasannya nanti tidak akan mampu kamu hitung dengan jari tanganmu..." Sebuah nasehat yang masih menjadi patokan ketika berjalan di rimba kehidupan yang kadang banyak petunjuk menyesatkan ini.. Ah, aku rindu secangkir kopi dan sebatang rokok. Tapi aku harus berjuang untuk bisa mengurangi itu. Setidaknya, rokok teman akan kukurangi kalau ketemu nanti..

Seruputtt.. Selamat malam...

"Loh, bang.. mana horornya ??"

"Lah, gak boleh merokok lagi itu hororrrr tauk !!"

*Gigitwajan*

    Masuk untuk melihat komentar...