531
6
13

Banyak yang lupa bah  Dalam sejarah Azazil hanya tidak m Apakah Azazil menyes Cara Azazil menyesat Jika melihat sejarah Melihat perilaku Sug Orang seperti Sugik Mengundang orang sep  Ngopi sik, Nur "Janganlah memaki ib

SUGIK NUR & KISAH IBLIS

6 Komentar

Rilis pada, 5 bulan yang lalu


Gratis

1 Chapter


.


Banyak yang lupa bahwa iblis sebenarnya bukan ahli maksiat, justru dia ahli ibadah..

 Dalam sejarah Islam, iblis - yang bernama asli Azazil - tercatat berasal dari bangsa jin, bangsa yang ada sebelum manusia ada. Azazil beribadah kepada Tuhan, 60 ribu tahun lamanya - sebagian menyebutkan 6 ribu tahun. Dan secara ritual ibadah, Azazil dikenal sangat kuat sehingga ia ditunjuk sebagai "Imam Besar" oleh bangsanya.

Azazil hanya tidak mau taat pada Tuhan saat diperintahkan tunduk pada Nabi Adam as. Ia menjadi sombong dengan ibadahnya karena merasa - dalam segi apapun - dia lebih unggul dari manusia. Begitulah nasib Azazil yang akhirnya bersumpah bahwa ia akan menyesatkan semua anak Adam karena dendam pribadinya.

Apakah Azazil menyesatkan anak Adam yang bermaksiat ? Bukan. Karena maksiat sejatinya berasal dari nafsu manusia. Azazil datang menyesatkan manusia ketika mereka sudah merasa beriman. Karena bagi Azazil, hanya "dialah yang paling beriman" dan manusia tidak akan bisa mengalahkannya.

Cara Azazil menyesatkan manusia adalah dengan menaruh benih kesombongan dihati manusia, sehingga perilaku mereka jauh berseberangan dengan ajaran dari petunjuk (agama) mereka. Dan masa kini, kita melihat banyak Azazil-Azazil lahir dan bermunculan. Mereka yang merasa paling beriman dibandingkan manusia lainnya. Mereka yang merasa lebih tinggi dari manusia lain. Mereka yang merasa lebih benar dari manusia lain..

Jika melihat sejarah Azazil sebagai mahluk yang dulunya taat ibadah, maka tempat ibadah pun pasti menjadi tempat akrab baginya. Ia bisa ada disana, mengamati perilaku-perilaku manusia yang melakukan ritual ibadah, dan membisikkan ditelinganya, "Ingat, kamu lebih baik dari mereka diluar sana..." 

Melihat perilaku Sugik Nur, si Abi Jemblem Purun, yang mengusir jamaah dari Masjid hanya karena mereka memilih Jokowi, saya seperti melihat Azazil dalam purwarupa yang sempurna. Bagaimana ia bisa dengan mudahnya mengangkangi rumah ibadah dengan nafsu selangkangannya. Bagaimana ia dengan renyah mengusir mereka - yang disebut saudara sesama muslimnya - dari tempat mereka beribadah..

Orang seperti Sugik Nur seperti manusia yang memakan bangkainya saudaranya sendiri. Sugiklah yang layak diusir dari Masjid, tempat manusia mencari ketenangan dalam ibadah dan berkomunikasi dengan Penciptanya..

Mengundang orang seperti Sugik Nur ke dalam Masjid, sama dengan mempersilahkan Azazil masuk ke rumah dan memperlakukannya layaknya seorang raja.

 Ngopi sik, Nur...

"Janganlah memaki iblis di keramaian, sedangkan engkau berteman dengannyabdi kesunyian.." Imam Ali.

    Masuk untuk melihat komentar...