1179
7
28

Kisah fiksi yang pal Enny Arrow adalah na Harganya yang gak fi Pemerannya seperti T Entah kenapa tante S Semuanya fiksi. Tapi Bahkan bahasa Enny A Itulah fiksi model E Ketika ada ribut-rib Jadi kita berprasang

ENNY ARROW, KARYA FIKSI TERBAIK

7 Komentar

Rilis pada, 6 bulan yang lalu


Gratis

1 Chapter


Kisah Fiksi


baboo

Kisah fiksi yang paling saya suka dulu adalah karangan Enny Arrow..

Enny Arrow adalah nama fiksi. Ditengarai, banyak yang mencatut nama Enny Arrow dibuku stensilan yang mereka buat sendiri supaya layak jual di bangku belakang bus sambil ditutupi majalah remaja Anita sebagai penyamaran.

Harganya yang gak fiksi, seribu rupiah yang bagi anak sekolah waktu itu sangat berguna untuk beli sebungkus rokok karena pengen seperti bintang iklan yang bebas-bebas aja merokok di layar televisi.

Pemerannya seperti Tante Sonja dan Johan pun fiksi. Mereka selalu ada di hampir setiap seri Enny Arrow, seperti bintang utama yang "gada lu gak horny..".

Entah kenapa tante Sonja selalu digambarkan sebagai seorang istri muda dari kelompok ekonomi mapan dengan gaya menggoda yang selalu mengincar pria remaja karena ia haus belaian. Sedangkan Johan biasanya mahasiswa yang kiriman duitnya selalu kurang, dan butuh tambahan sekaligus menyalurkan keinginan terpendam yang mampet di bangku belakang.

Semuanya fiksi. Tapi Enny Arrow mampu merangkai semua itu menjadi sebuah imajinasi tingkat tinggi. Terutama imajinasi pria beranjak dewasa yang kumisnya masih "tumbuh segan mati pun sungkan".

Bahkan bahasa Enny Arrow dulu bisa disamakan dengan bahasa sastra kelas pujangga, seperti "menggelomoh", "mengulum", "mendesah-desah" dan banyak lagi. Malah dulu ada bahasa yang tidak saya mengerti seperti "bulunya halus layaknya rumput manila". Sesudah agak dewasa saya tanya sama pedagang tanaman, mereka bilang rumput manila itu sejenis rumput jepang atau rumput teki. 

Itulah fiksi model Enny Arrow..

Ketika ada ribut-ribut tentang pernyataan Rocky Gerung bahwa kitab suci itu fiksi, saya jadi teringat kembali ke sekian puluh tahun lalu. Mungkin Rocky Gerung waktu remaja sama seperti saya dulu, yang menganggap bahwa karya fiksi Enny Arrow adalah kitab suci yang wajib dibawa ketika ke kamar mandi..

Jadi kita berprasangka baik ajalah sama dia. Kasian kan kalo dia di demo jutaan umat di Monas setiap habis Jumatan ? Seruput..

    Masuk untuk melihat komentar...