Aditia Nugraha
Cristin Monalisa Sidabutar

Jakarta, Indonesia


Promise and Almost Late

"I hope___I can see you again..."

Flashback

8 tahun yang lalu

"Aku mohon, tolong jaga ini baik-baik," ucap anak laki-laki itu sedih dan menyodorkan sebuah bros berbentuk bunga dandelion berwarna silver. "Aku akan simpan yang warna gold," lanjutnya.

"Tentu." Anak perempuan di depannya tersenyum sambil mengeluarkan air mata.

"Saat kita bertemu lagi, aku akan memberitahu namaku," ucap anak laki-laki itu dengan pasti.

"Aku juga," sahut anak perempuan itu.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

"Waaaaaaaaaa..." teriak Scott melompat dari tempat tidurnya.

"GUBRAKKK..." Terdengar pintu kamarnya dibanting dengan panik.

"Ada apa Tuan? Apa Anda di serang?" Coby_supir pribadinya (pengawalnya juga) berteriak dengan keras.

"Ndasmu di serang. Aku hanya mimpi buruk, bukan berperang," sahut Scott kesal.

Coby menyeringai.

"Baiklah, panggil saya kalau ada orang yang menyerang Tuan".

"Memangnya siapa yang berperang di zaman sekarang ini, idiot?" Geram Scott dengan wajah berurat.

"Tenang...tenanglah Tuan. Baiklah, saya akan pergi." Coby menghilang di balik pintu dengan wajah menahan tawa...


Penasaran cerita selanjutnya? Silakan masuk untuk melanjutkan membaca.