Aditia Nugraha
Denny Siregar

Jakarta, Indonesia


Ahok

baboo

Malam ini saya ingin mengingat kembali bahwa Indonesia pernah punya seorang pemberani..

Kita memanggilnya Ahok. Panggilan yang menandakan rasnya yang berasal dari Tionghoa. Dia adalah perwakilan dari banyak ras Tionghoa, yang tersingkir dalam gegap gempitanya politik di negeri ini.

Ahok adalah "Orang yang tepat, di tempat yang tepat, tetapi berada di waktu yang salah". Kemunculan Ahok dalam peta politik, mendobrak banyak tatanan salah yang selama ini sudah menjadi budaya. Birokrasi dia pampatkan. Korupsi dia singkirkan. Dan cara dia memperlakukan pemerintahan dengan gaya seorang pengusaha, membuat banyak penghematan terjadi pada uang rakyat yang selama ini selalu dikebiri oleh oknum-oknum berdasi.

Menakjubkan melihat Ahok memporak-porandakan banyak perselingkuhan yang terjadi pada ibukota negara ini. Dia bongkar habis cara-cara lama saat penyusunan anggaran yang selama ini sering bocor entah kemana. Dia bangun sistem yang rapih dan terawasi sehingga sulit sekali untuk mencuri.

baboo

Banyak yang tetiba miskin ketika Ahok berkuasa. Para abdi negara. Para anggota dewan. Para rekanan. Semua mendadak kering kerontang dan tidak lagi berada di tempat basah. Ahok memutus jaringan mereka sampai ke akar-akarnya dalam waktu yang sangat singkat.

Ia juga menjadikan Balaikota bukan lagi khayangan yang hanya dihuni dewa-dewa. Ia duduk mendengarkan orang susah bercerita tentang masalahnya. Ia menuntaskan masalah secepat seorang Samurai menghunus katana. Ia membangun banyak hal untuk orang miskin mulai rusun sampai pengobatan yang bisa mereka dapatkan. Ia adalah superhero bagi mereka yang sulit mendapat keadilan.

Kalijodo adalah salah satu karya besarnya. Lokalisasi lama yang dulu menjadi sarang serigala, buaya sampai anakonda, ia hancurkan. Tempat yang dulu menyeramkan dan menjadi sarang narkoba ia runtuhkan. Berubah menjadi taman publik yang menyenangkan. Semua itu dengan tangan besi ia lakukan. 

"Saya tidak perduli bapak ibu tidak memilih saya kembali.." Katanya. "Karena saya menjunjung tinggi keadilan sosial di Jakarta. Yang saya ingin bapak ibu mendapatkan haknya.."..


Silakan masuk untuk melanjutkan membaca